Minggu, 25 November 2018

Lima Restoran Favorit Saya


 
Penulis berbaju biru. Doc:Pribadi

Wah, tema hari ini lima restoran favorit saya. Mari kita mengingat semua rasa makanan yang pernah dikecap dan lokasi restorannya. Kita persempit jadi restoran atau warung makan di Yogyakarta saja ya, biar lebih mudah disimpulkan.

Di Yogyakarta, hampir semua jenis makanan baik lokal maupun internasional sudah berderet dijual dengan berbagai variasi harga. Adapun sebagai tuan rumah, Yogyakarta tentu mempunyai pusat kuliner yang khas dan melegenda hingga ke luar negeri. Saya bahas lebih detail lain kali ya.

Lima restoran favorit saya:

1.     Lie Jong

Restoran yang terletak dekat dengan klenteng Fuk Ling Mau di jalan Brigjen Katamso Yogyakarta, berada di nomer satu di daftar karena memori masa kecil saya. Setiap malam minggu atau saat ada perayaan keluarga, maka restoran dengan menu masakan Tionghoa ini selalu menemani kebersamaan kami.

Di restoran yang melegenda ini, pertama kalinya saya jatuh cinta dengan masakan olahan mie serta sejawatnya dengan rasa otentik Tionghoa. Sudah lama saya tidak menyambanginya setelah dewasa, jadi jika ditanya apakah citarasanya tetap seenak yang dingatan lidah saya, maka saya tidak bisa menjawabnya.

2.     Keong Mas Resto

Jangan Ndeso yang memberikan citarasa nusantara yang kuat dengan penggunaan rempah yang melimpah, menjadi sajian favorit saya di restoran dekat kampus ISI Bantul.  Dimakan dengan sepiring nasi hangat yang pulen ditambah Ayam Goreng Srundeng lalu diahkiri dengan tegukan  Wedang Secang. Saya sudah senyum bahagia

3.     TheDuck King


Saya selalu mencari tahu apakah ada restoran, hotel  ataupun warung yang menjual masakan olahan bebek, alasannya tentu karena saya suka. Sejauh ini, The Duck King menjawab pencarian saya yang menyukai kelembutan masakan bebeknya.

Syukurlah di Yogyakarta sudah ada mall yang menjadi bermukimnya tenant restoran dengan logo bebek berlatar belakang warna coklat. Nom nom nom pokoknya.

4.     Sate Ratu

Saya termasuk penggemar lauk pauk olehan ayam, apalagi yang menggunakan tehnik bakar ataupun panggang. Bumbu pedas dengan level cabe tertentu masih saya sanggupi untuk hadir di lidah, dan Sate Merah di Sate Ratu menjadi salah satu jenis lauk yang memenuhi cita rasa.

5.     Hoka Bento


Semangkok Sup Tahu yang selalu disajiakan hangat dengan menu lain dalam satu nampan Hoka Bento, selalu jadi incaran saya jika musim hujan mendera Jogja. Badan langsung segar.

Pertama kali mencoba Sup Tahu Hoka Bento dengan pacar (dah mantan), dan kalian mengertikan alasan lain saya menyukai Sup Tahu? Haha

Ngomong-ngomong tentang makanan, jadi ingat juragan catering mba Yatmi .