Rabu, 31 Oktober 2018

Minuman Ekstrak Lidah Buaya; Hasil Alam Dikemas Tehnologi Terkini

Minuman ekstrak Lidah Buaya Doc: Pribadi


Arep go ngopo Lidah Buaya kuwi?” Bila saya alih bahasakan dalam bahasa Indonesia akan menjadi, “Untuk apa Lidah Buaya itu?”  Sepenggal pertanyaan dari nenek yang tinggal di sebelah rumah di mana empat batang aloe vera sudah berpindah ke genggamanku.  “Biyen ki getahe go ngobati babak bundas. Kowe loro po?”

“Tidak mbah, mau dibuat agar-agar Lidah Buaya. Nanti aku antar ya mbah.” Jawaban singkat serta gelengan kepala saya atas pertanyaan nenek yang tetap mengulaskan deretan gigi berlubangnya, “Dulu, getahnya itu untuk mengobati luka parut. Apa kamu sakit?”

Getah Lidah Buaya / aloe barbadenesia


Lidah Buaya. Doc:Pribadi

Ada dua pot di depan halaman rumahnya yang menjadi tempat berkembangnya aloe vera atau Lidah Buaya. Memang tanaman mirip kaktus lengkap dengan duri, bentuknya tidak sebesar saat ditanam di tanah langsung, namun cukuplah untuk menjadi bahan sepuluh mangkok agar-agar. Saya hanya membuat satu mangkok saat itu.

Setelah dirunut ke beberapa artikel tentang tanaman Lidah Buaya maka getah daun/ gel tembus pandangnya memberikan vitamin A, B, C dan E.  Jika nenek moyang kita menggunakan getahnya sebagai penutup luka, sebenarnya ada benarnya karena terdapat zat anti-inflamasi, sifat antivirus serta anti bakteri untuk menyembuhkan luka luar. Saat saya masih kecil, memang nenek kandung selalu mengoleskan getah daun Lidah Buaya saat kaki atau tangan terluka. Pada masa itu, tanaman Lidah Buaya memang lebih mudah ditemukan baik di tanah lapang maupun pasar tradisional.

Membuat agar-agar aloe vera

Getah Lidah Buaya. Doc:Pribadi

Bisa saja dinikmati secara langsung namun saya sendiri lebih memilih dimasukan dalam agar-agar. Cara mengolahnya mudah sekali, walau memerlukan waktu yang lumayan lama selama proses pengupasan hingga aloe vera bisa dinikmati. Saya jelaskan secara singkat ya:

1.   Biarkan air mengalir

Agar daun aloe vera bersih, tentu silakan cuci bersih(tanpa sabun) di bawah kucuran air mengalir agar bakteri tidak menempel kembali.

2.   Batang aloe vera dibelah menjadi dua

Pembelahan ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pengupasan kulit daun Lidah Buaya baik sisi berduri maupun yang halus permukaannya.

3.   Kulit daun aloe vera dikupas

Saat proses ini dilakukan, akan lebih baik jemari anda dilapisi sarung tangan karet untuk mencegah permukaan jari keriput dan terkena getah Lidah Buaya. Sisa kulitnya sendiri bisa digunakan sebagai masker wajah kulit kepala, dan rambut.

4.   Masukan ke rendaman air kapur sirih

Rendaman air kapur akan membuat lender yang menempel pada daging aloe vera berkurang. Diamkan selama satu jam.

5.   Rebus dengan air pandan

Dibutuhkan 60 menit untuk menyelesaikan proses perebusan sehingga aroma pandan akan melekat pada daging Lidah Buaya.

6.   Potong sesuai selera

Setelah olahan agar-agar matang, segera masukan potongan Lidah Buaya yang telah dipotong sesuai selera ke dalam.

Seperti biasanya, niat selalu menggebu di awal namun kandas saat menemui kendala waktu. Seiring bertambahnya pekerjaan serta harus menunggu bahan yang minim bila dipakai tiap hari, maka olahan Lidah Buaya urung bisa dibuat lagi. Lalu apa akal karena bukan semata mengenyangkan perut ataupun menjadi sajian pencuci mulut, namun agar-agar Lidah Buaya juga menjadi sumber pelancar pencernaan. Durasi maupun proses BAB memang menjadi lebih singkat tanpa harus berkeringat. Jadi alternatif lain untuk tetap bisa lancar harus segera ditemukan.

 Mencoba Herbadrink Lidah Buaya

 
Serbuk Herbadrink Lidah Buaya. Doc:Pribadi
Seorang sahabat dalam komunitas kemudian menawarkan alternatif untuk mencoba Herbadrink yang sudah mendapat lisensi Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM). Tentu saja saya jadi lebih mudah mencari informasi terlebih dahulu sebelum mulai mengkomsumsi sebuah produk. Awalnya saya ditawari tiga jenis rasa dalam merk yang sama yaitu: Sarijahe, sari Temulawak, dan Lidah Buaya. Berhubung menyukai Lidah Buaya maka sachet Herbadrink Lidah Buaya yang saya ambil.

Hasil uji rasa

Herbadrink Lidah Buaya siap dinikmati. Doc:Pribadi

Air mineral dingin kemudian meluncur ke gelas yang saya sediakan untuk uji coba rasa pertama. Berikut sejumlah data yang bisa dihimpun selama proses uji coba rasa:

1.    Free Sugar

Tenggorakan saya termasuk sensitif terhadap minuman yang mempunyai kadar gula yang tinggi. Untunglah Herbadrink sudah free sugar sehingga dipastikan aman untuk tenggorakan saya terutama.

2.   Aroma serbuk yang menyegarkan dan   mudah larut.

Saya menyukai produk minuman yang bisa dinikmati baik  melarutkannya dengan air mineral panas maupun air mineral dingin. Saat saya menuangkannya ke air mineral dingin lalu diaduk, ternyata hanya membutuhkan beberapa detik hingga tak terlihat di dasar gelas.

3  Menyegarkan dengan rasa unik

Indera pencecap saya kemudian mengenali kadar vitamin c yang identik dengan rasa jeruk/asam yang terasa saat Herbadrink sudah dinikmati.

Menyenangkan saat tehnologi terkini mampu ikut mendukung lestarinya hasil alam dengan kemasan lebih efisien. Baiklah, selanjutnya mari mencoba membuat agar-agar dengan tambahan Herbadrink Lidah Buaya. Oya, selain keunggulan di atas, khasiat utama dari minuman herbal Herbadrink Lidah Buaya adalah membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan serta membantu melancarkan proses buang air besar.

Yuk mencoba olahan minuman atau makanan lain menggunakan Herbadrink Lidah Buaya :)