Selasa, 20 November 2018

Tiga Alasan Utama Kenapa Saya Menulis di Blog.

Penulis. Doc:Riana Dewie


Kalau ditanya alasan kenapa saya menulis di blog, akan ada tiga jawaban utama yang mungkin sekilas terlalu jujur.  Jawaban yang baru terpikirkan saat membaca pengumuman menulis 30 hari dari bloggerperempuan.co.id . Selama dua tahun perjalanan menjadi bloger, tidak terpintas alasan apa yang menjadinya semacam bensin untuk tetap menulis. Inilah tiga alasan utamanya:


1. Lebih lihai menulis daripada berbicara

Introvert. Salah satu penyebab kenapa saya lebih lihai menulis. Pendapat-pendapat saya akan lebih bisa keluar dari pikiran saat jari saya menari di tuts gawai maupun komputer jinjing.

Seorang teman dalam komunitas pernah mengeluh karena lelah mendekati saya untuk mengerti isi pikiran ataupun masalah yang terjadi. Yah bagaimana lagi, saya bukan tipe yang mudah mengatakan apa yang saya pikirkan pada siapapun. Hal itu yang membuat sahabat hanya bisa dihitung jari sebelah tangan. Itupun hanya satu dua yang saya ijinkan tahu pikiran yang sebenarnya.

Dengan menulis, saya akan lebih mudah mengontrol apa yang akan orang lain ketahui. Alhasil, jika saya berbicara itu hanya pada saat diperlukan saja. Berbeda saat menulis,  4000 karakter siap!

Lalu kenapa melalui media blog? Jawabannya di nomer dua alias di bawah ini.

2.  Berkomunitas


Tiga tahun lalu saya berdoa supaya bisa mendapat komunitas yang bisa membuat diri bertumbuh, dan sebuah alasan ingin berbuat sesuatu untuk Yogyakarta, maka saya bergabung sebuah komunitas penulis blog.  Kenapa harus blog? Sederhana saja, karena salah satu media yang mempermudah setiap orang mengutarakan pendapatnya ke seluruh dunia. Dalam hitungan menit, sebuah artikel bisa terekam di dunia maya, dan disebarkan satu dua tiga detik saja untuk selamanya sejauh jaringan internet terjangkau.

Komunitas juga membuat saya (yang tetap saja introvert) mengenal banyak sisi manusia baik hitam putih abu merah dan biru. Sebuah pengalaman yang diperlukan untuk bisa menulis cerita fiksi. Iya saya ternyata mencintai dunia fiksi, bahkan saat menyusun skripsi, sebuah draft novel juga tetap saya tulis.

3.Berpundi

Ternyata dengan menumpuk tulisan di blog, satu persatu sumber income berdatangan. Terima kasih semesta.



Bagaimana dengan kalian, kenapa kalian menulis di blog?