VISA, Prita Ghozie dan #IbuBerbagiBijak Kolaborasi di Talkshow Pengelolaan Keuangan


Workshop dan Talkshow. Doc: Panitia


VISA yang logonya biasa kita lihat di kartu debit ataupun kredit, selalu gencar melakukan literasi keuangan terutama bagi para wanita. Apa pasal? Karena bendahara keuangan rumah tangga  biasanya adalah ibu. Bila wanita masih single, maka perlu paham pengelolaan keuangan sedini mungkin. Jika warga negara paham literasi keuangan maka kondisi perekonomian negara akan membaik dan berimbas positif baik dunia bisnis.

Literasi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan

Rico Abdurrahman. Doc:Pribadi

Apa sih bedanya literasi keuangan dengan pengelolaan keuangan? Secara sederhana, literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan ilmu dalam mengelola keuangan. Pengelolaan keuangan adalah seluruh kegiatan mulai dari pencatatan hingga penggunaan uang.

Bagi wanita yang berketetapan menjadi pengusaha baik skala kecil, menengah, maupun besar tentu harus memilik pencatatan keuangan yang jelas. Demikian juga bagi ibu rumah tangga maupun single. Hayo kita sudah melakukan pengelolaan keuangaan belum?

Pentingnya Pengelolaan Keuangan Prita Ghozie

Pembicara. Doc:Pribadi

Definisi pengelolaan keuangaan sangat mengingatkan saya akan tujuan dasar mengelola keuangan yaitu agar gaji tidak habis untuk keperluan konsumtif aka jajan. Yah bagaimana ya, kalau sudah mencium aroma makanan itu bawaanya ingin memboyong ke rumah. Apalagi kalau pas tanggal muda, serasa dompet selalu tebal.

Bagi freelance seperti saya, pengelolaan keuangan pastinya sangat penting karena besaran pemasukan tidak selalu sama setiap bulannya. Jika tidak dikelola dengan baik, maka tingkat kebocoran keuangan negara akan membesar apalagi dengan jumlah pengeluaran  yang ternyata rutin nomimalnya.

Beruntung saya mendapatkan kesempatan dalam acara talkshow VISA dengan #IbuBerbagiBijak yang menghadirkan Prita Ghozie di Hotel Harper Yogyakarta. Sudah tahu kan siapa Prita Ghozie? Wanita yang energik serta smart ini adalah seorang konsultan pengelolaan keuangan. Baik buku maupun seminarnya selalu diminati karena tips dan materi yang diberikan cenderung mudah dipahami oleh semua kalangan. Coba akses IG @zapfinance untuk melihat beberapa materi pengelolaan keuangan dari dosen sekaligus CEO ZAP Finance.


Kolaborasi KEB dan Urban Mama. Doc: Mak Ijul

 Tips Pengelolaan Keuangan Prita Ghozi

Bukan hanya untuk freelance seperti saya, namun tips juga diberikan kepada calon wanita pengusaha. Kalaupun ingin fokus ke pengelolaan keuangan rumah tangga saja, juga tetap bisa karena ilmu dasarnya sama.
Tips:

1.Disiplin dan Konsisten

Keuangan ideal. Doc:Prita
Tahu bagaimana rasanya punya banyak motivasi untuk mengelola keuangan namun setiap ingin memulai tetiba males mencatat pemasukan dan pengeluaran? Nah sikap displin dan konsisten ini diperlukan karena percuma memiliki banyak dana tapi tak ada disiplin pencatatan.

2. Finansial Check Up

Kondisi keuangan kita tentu sangat perlu diketahui sebelum memulai langkah-langkah pengelolaannya. Yang perlu diperiksa adalah:

A.Cek Pinjaman
Lebih sering meminjam untuk keinginan belanja konsumtif atau modal usaha? Kredit mobil mewah atau mobil untuk sarana kerja? Pastikan jika anda memilih melakukan peminjaman maka secepatnya dilunasi sebelum melakukan peminjaman yang baru. Pastikan besaran pinjaman anda tidak lebih dari 30%.

B. Biaya Hidup
Berapa jumlah biaya hidup anda? Apakah pemasukan keuangan lebih besar atau kurang dari biaya hidup anda? Mungkinkah anda bisa menambah pemasukan di luar biaya hidup anda? Ingat kartu kredit bukan untuk memenuhi biaya hidup. Pastikan tidak lebih dari 60%.

C.Dana Darurat
Finansial Chek Up. Doc:Prita
Simpanan uang yang mudah dicairkan sangatlah penting untuk dimiliki. Besarnya yang standart adalah 5% atau 3 kali dari jumlah pengeluaran bulanan dan tentu saja nominalnya berbeda setiap individu. Pisahkanlah dana darurat dengan tabungan serta dana investasi.

D.Tabungan
Dari awal kita tahu bahwa tabungan harus dipisahkan dengan dana darurat, bahkan jika memungkinkan berada di nomer rekening berbeda. Tabungan ini juga dibedakan dengan dana investasi, di mana tabungan untuk jangka pendek sedangkan dana investasi untuk jangka panjang dan cenderung bersifat dingin (tidak dipakai dalam waktu dekat). Siapkan dana sebesar 15% dari penghasilan untuk tabungan maupun investasi

3.Mengelola Kas dan Merencanakan Keuangan

Inti dari pengelolaan keuangan adalah pencatatan baik uang masuk maupun keluar. Dari detailnya pencatatan keuangan maka kita akan lebih mudah untuk membuat blue print mengenai pengembangan keuangan kita baik bisnis maupun investasi. Anda bisa memakai berbagai macam aplikasi pencatatan baik mobile maupun di laptop.

Implementasi ZAPFIN

ZAPFIN. Doc:Prita

Salah satu materi yang menarik di talkshow yang dihadiri Presiden Direktur PT. VISA Worldwide Indonesia Riko Abdulrrahman adalah mengenai ZAPFIN. Mau tahu tentang ZAPFIN? Tenang saya jabarkan di artikel ini juga.

ZAPFIN:
Z= Zakat
     Alokasi pertama dari pemasukan kita akan lebih baik dimasukan dalam pos zakat/donasi/perpuluhan. Ingat harta kita sebagian adalah titipan berkat milik fakir miskin. Nominal pos ini bisa 2,5 % atau 10% dari jumlah pendapatan.

A=Assurance
     Asuransi di sini berwujud berbagai platform asuransi baik yang kelola pihak swasta maupun negara termasuk BPJS. Tentukan 5% dari pendapatan anda.

P=Present consumption
     Kebutuhan komsumsi pada saat ini adalah hal yang perlu diperhatikan. Ingat kebutuhan bukan keinginan, anda tentu bisa membedakan keduanya bukan? Anda bisa menggunakan sarana Tabungan Berjangka dengan bunga menarik dan jangka waktu minimal setahun.

F=Future spending
Future Spending. Doc;Prita

    Menabung dengan target tertentu misalnya untuk membeli mobil pick up sebagai sarana usaha adalah salah satu contoh implementasi dari Future Spending. Bisa juga anda menabung untuk piknik keluarga akhir tahun atau untuk menikah.

IN=Investment

    Berbagai instrument investasi baik dari pihak swasta maupun perbankan negera yang bisa anda pilih sebagai sarana investasi. Sebagai contoh: Deposito, Saham, Reksadana, Sukuk, maupun Obligasi.

Investasi. Doc:Prita
Simple ya, namun untuk prakteknya kembali lagi butuh displin dan konsisten. Bagaimana jika nomimal pemasukan keuangan kita tidak mencukupi untuk berinvestasi? Salah satu solusinya tentu saja mencari tambahan pemasukan berapapun jumlah yang akan di dapat. Ingat pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.”






Author

vika vika Fiksioner is a free template that suitable for personal blogging because the layout is like a journal.

50 komentar

  1. Artikel yang bermanfaat. Aku pernah sih vik, tak catet pake aplikasi gitu pemasukan dan pemgeluaran...jalan brp bulan, tp trus ndak konsisten. Trus akhirnya, ya udahlah..yang penting pemasukan sebulan ga bobol, masih bisa nabung..meskipun secara peesentase nggak.saklek2 bnget

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi sama mba, kuncinya disiplin ternyata.

      Hapus
  2. Kirain Visa itu cuma ngurusi pembayaran di luar negeri, gitu. Ternyata menteri keuangan di rumah tangga juga dapat perhatian, ya

    BalasHapus
  3. Masalahnya konsistennya ini yg ssh, apalagi saya tipikal emak2 yang gak disiplin soal keuangan. Anyway mskh infonya mb penting bgt ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti bisa mba, pelan-pelan. Belajar displin bersama

      Hapus
  4. wah asyiknya bisa ikutan acara ini... Pembahasannya lengkap ya, ahhh rugi banget aku ketinggalan pembahasan pengelolaan keuangan... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok ilmunya di IG dan youtube Prita Ghozie

      Hapus
  5. Membahas mengenai keuangan, memang bagian terpenting dalam menjalankan roda usaha. Infonya membantu dan bagus banget Mba. Makasih

    BalasHapus
  6. ngatur uang yang dikira gampang itu ternyata tetap butuh ilmu ya. dan kalo sembarangan bisa berantakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, ada ilmunya jadi bisa dipelajari

      Hapus
  7. disiplin dan konsistej ini masya Alloh luar biasa tidak mudah y kak ><. terima kasih bnyk ulasanny kak 🌟

    BalasHapus
  8. KECE bangettt nih acaranya
    Jadi membuka wawasan moms untuk jadi ibu menteri keuangan yg kian baik yaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mba, jadi paham tentang pengelolaan keuangan

      Hapus
  9. Duh seru deh acaranya. Semoga lain kali bisa berkesempatan untuk ikutan acara seperti ini akh, aamiin ☺💕

    BalasHapus
  10. Nah aku setuju dengan konsisten melakukan pencatatan, jadi kita bisa tahu duitnya kemana aja dan untuk apa aja. Aku selalu suka kalo diajakin ngobrol tentang pengelolaan keuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip mba, jadi menambah ilmu mengelola keuangan ya.Semangat

      Hapus
  11. Seru dan sangat bermanfaat sekali ya mbak workshopnya. Aku juga ikut yang di Bandung. Seneng bisa lihat langsung mbak Prita Ghozie padahal selama ini suka ngikutin di salah satu stasiun tv untuk tips keuangannya. Pas kemaren, penyampaiannya enak dan mudah dimengerti. Mudah-mudahan kita beneran jadi ibu yang bijak yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah pasti sama serunya ya, apalagi bisa sharing dan tanya tentang masalah finansial kita

      Hapus
  12. Waaah workshop dari VISA sekarang keliling Indonesia, ya. Dua tahun lalu berturut-turut di Jakarta. Tahun ketiga mereka mulai keliling ke kota-kota besar di Indonesia.

    Selalu seru workshop bareng mbak Prita Ghozie. Maka orangnya cantik beut, sunda pisan. Semoga workshop nya ini bermanfaat ya buat yang ikutan maupun yang baca. Yang lebih penting lagi, mariii dipraktikkan teori yang adaaa. Hwehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ya mba, apalagi memakai bahasa sehari-hari penyampaiannya. Jadi cepat paham.

      Hapus
  13. Aku mau coba terapkan ZAPFIN aaah thanks for sharing mbak :)

    BalasHapus
  14. Wah lagi posting workshop berfaedah.buat bu ibu ini ya mbaak.. Dan emang sbga Ibu rumah tangga harus banget update diri biar pengelolaan uang rumah tangga aman ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes mba, kan mentri keuangan keluarga.

      Hapus
  15. Gak cuma ibu ibu yg harus bisa ngatur keuangan, bapa bapa juga harus faham. Ok aku coba cek visa dulu

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah aku sudah terbiasa untuk disiplin masalah finansial sejak masa SMA. Jadi memang manfaat banget buat kita perempuan bijak mengelola keuangan dengan lebih cerdas.

    BalasHapus
  17. Belum bisa menerapkan secara saklek dan sesuai teori sih, tapi mudah-mudahan bisa konsisten hehehee...
    Makasih ya infonya, mbak.

    BalasHapus
  18. Wah, info penting ini. Literasi finansial memang sepenting literasi bahasa yg sehari-hari kita geluti. Iyes, kita para emak adalah menteri keuangan keluarga, sih.
    Btw, dulu pernah baca Mbak Prita Ghozie ini di majalah Ummi. Sampai sekarang tetap menginspirasi ya beliau ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beliau keren mba, apalagi royal bagi ilmu.

      Hapus
  19. Literasi keuangan sangat diperlukan para moms ataupun para penggiat UMKM

    BalasHapus
  20. Nah ini "disiplin dan konsisten", tahap yang harus diingatkan agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik.makasih mbak sharingnya :)

    BalasHapus
  21. Memang kelihatan mudah, tapi prakteknya susaaah
    Butuh displin dan konsisten.
    Dan setuju, salah satu solusi agar bisa investasi adalah mencari tambahan pemasukan dan sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit!

    BalasHapus
  22. Aku pakai aplikasi catatan keuangan yang dipakai untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan harian lumayan jadi tau boros dibagian apa..kalau emak-emak mah udah jelas ketauan ya borosnya buat belanja sale wkkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, banyak temannya mba kalau boroa belanja. Semangat

      Hapus
  23. Beruntung banget kemarin bisa ikut work shop ya?
    Jadi tahu bolong bolong nya kita sebagai pelaku umkm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi tahu bagaimana baiknya merencanakan keuangan

      Hapus
  24. Ilmu ini juga penting untuk freelancer seperti kita ya.. Biar keuangan lebih tertata. Terima kasih infonya..

    BalasHapus
  25. Aku suka ngikutin pemateriannya Prita ini.. kayaknya setiap kalimatnya mengandung ilmu.. sayang banger kalo sampe terlwat .

    BalasHapus
  26. Bagus nih acaranya, terutama buat ibu-ibu yang masih sering kurang konsisten dalam disiplin mengelola keuangan. Acara seperti ini harus sering diadakan agar kita semakin teredukasi.

    BalasHapus
  27. Pengelilaan keuangan itu memang perlu disiplin ya mbak. Dan yang pasti musti bijak mengalokasikannya untuk tujuan apa.
    Lebih bijak lagi, jika tujuan jangka pengelolaan keuangan adalah untuk tujuan jangka panjang. Jadi uang nggk habis untuk hari ini sj, hehe.
    Nice sharing mb.
    Sangat bermanfaat.

    BalasHapus

Posting Komentar