Jogja Pasaraya, Pusat Oleh-oleh Jogja

13 komentar


Jogja Pasaraya ahkirnya bisa saya sambangi juga setelah sekian lama didirikan,  tepat beberapa waktu  setelah Pedagang Kaki Lima (PKL) menempati area baru. Salah satu benefit dari relokasi PKL tersebut adalah pengunjung Malioboro lebih bisa fokus mengamati toko-toko sepanjang pedestrian. Saya tak mengira kalau selama ini ternyata melewatkan beberapa toko legend.

Fasad Jogja Pasaraya sendiri sudah menarik perhatian pengunjung Malioboro, selain memang lokasinya mudah ditandai.  Jika anda pernah menyambangi hotel Mutiara Malioboro maka toko oleh-oleh Jogja ini ada diseberang jalan. Sebelum pandemi, biasanya terdapat sajian musik angklung lengkap yang bisa jadi penanda juga

Produk UMKM


Hangat menjadi kesan pertama yang saya dapatkan saat kaki menapaki lantai pertama Jogja Pasaraya. Bukan hanya keramahan dari para karyawan ya tetapi pencahayaan yang tepat juga tampilan produk yang tersedia.Oya waktu saya datang masih dalam rentang waktu Ngabuburit jadi suasana syahdu masih terasa. Pstt kita wajib dicek dulu suhu tubuh dan prokes tetap dijalankan loh.


Produk UMKM di lantai pertama  mulai dari pernik-pernik olahan enceng gondok yang dibentuk tas ataupun produk lain sudah terpajang rapi. Dari percakapan yang terjalin dengan Aditya Suryadinata selaku pemilik Jogja Pasaraya, tersebutkan bahwa produk UMKM yang tersedia sudah melalui proses filtering kualitas. Sudah terjalin kerjasama dengan 400 UMKM dengan kisaran harga produk mulai dari Rp6000.00.

Camilan Tradisional




Masih di lantai pertama, terdapat dereletan camilan khas Jogja dengan kemasan tak jauh dari meja kasir. Hal ini tentu memenuhi kebiasaan para pengunjung yang lebih nyaman bisa berbelanja aneka oleh-oleh di satu lokasi.


Camilan yang tersedia, bukan hanya terolah dari satu bahan saja tapi beraneka ragam. Contohnya: Gudeg dalam kemasan kaleng, Bakpia, Kripik Jagung, aneka permen jadul, minuman tradisional dan juga tak lupa sambal. Dengan sistem One Stop Shopping ini, di samping menghemat waktu juga tenaga yang dialokasikan, tahulah sendiri biasanya para wisatawan mempunyai beberapa destinasi wisata yang harus disambangi dalam satu hari.

Kemeja batik dan Tenun


Salah satu lini bisnis dari Jogja Pasaraya adalah produk batik dalam balutan merk Rianty Batik dan dihadirkan juga di salah satu deret pada lantai pertama tak jauh tangga penghubung ke lantai dua dan basement. Di lantai pertama ini, para pengunjung bisa memilih custom unik yang digunakan untuk photoshoot di area unik lantai basement. Misalnya baju adat jawa lengkap dengan caping dsb.

Bukan hanya sudah berbentuk kemeja, tapi kain batik dalam wujud meteran baik dari bahan sutra ataupun bahan lain juga tersedia. Kain tenun juga tersedia dalam bentuk polos meteran ataupun kemeja. Tema berpasangan atau sarimbit pun tak tertinggal dengan harga tetap terjangkau.

Perak dan Photoshoot.




Bukan hanya terdapat area khusus untuk photoshoot di basement dimana lengkap dengan becak yang bisa digunakan. Area dua tangga penghubung sendiri sudah cocok sebagai latar photoshoot. Keramik yang dipakai memang termasuk unik dan meriah sebagai syarat area instagramable. Saya sertakan foto tangga tersebut ya di bawah.

Saat saya sudah menyambangi lantai basement, bukan hanya produk UMKM dari bahan rotan, alumunium dan kayu saja. Tersaji juga produk perak dalam bentuk perhiasaan maupun tanda mata. Perak memang menjadi salah satu produk andalan perajin Kotagede Yogyakarta dan pengunjung tak perlu jauh-jauh menyambangi. Semua terdapat di Jogja Pasaraya Malioboro.

Psstt, area photoshoot sendiri bukan hanya lengkap dengan piranti becak dan kursi kapsul rotan ya tapi salah satu dindingnya juga cocok jadi latar. Bukan sembarang mural loh, tapi seniman Wulang Sunu menorehkan nilai Sumbu Filosofi Jogja.Saya sertakan fotonya ya dibawah.

Kesimpulan



Jadi kapan kalian menyambangi kembali Yogyakarta tepatnya di Jogja Pasar Raya pusat oleh-oleh Jogja terlengkap.


Terbaru Lebih lama

Related Posts

13 komentar

  1. Insya Allah jika Allah berkenan kita akan ke yogya. Mpo suka sekali makan kerupuk lebar dari beras ketan diatasnya dikasih gula merah

    BalasHapus
  2. Asli sih. Aku suka tangganya. Motifnya keren banget. Kalau foto disitu pasti bagus. Estetik gitu nggak sih.

    Aku yakin kalau ke sana yang kubeli nggak bakal jauh dari makanan doang. Sama batiklah.

    BalasHapus
  3. kangen banget pengen ke jogya dan ngerasain masuk ke jogya pasaraya. rame banget diceritain sama temen temen

    BalasHapus
  4. makin terbantu yah UMKM Jogja dalam menjual dan memasarkan produknya

    BalasHapus
  5. Malioboro emang jadi destinasi wisata favorit kalo ke jogya. Tapi gak jarang sih endingnya pegel kaki karena pedagang kaki lima yang menjual produk umkm khas jogya yang begitu banyak. Lebih enak emang belanjanya di Pasaraya. Jadi one stop shopping gitu. Next aku kesini kalo ke jogya

    BalasHapus
  6. Memang cocok jadi Rekomendasi oleh-oleh karena produk yang ditawarkan beragam dari UMKM kita ya.
    Apalagi ornamen di Pasaraya nya juga apik.

    BalasHapus
  7. Baca artikel ini jadi kangen jogja. Udh lama juga ga bertandang ke sana sejak pandemi dan ppkm
    Jogja pasaraya bisa jadi pilihan utk caro oleh kota pelajar ini. Suasananya nyaman dan tempatnya pun cukup lengkap

    BalasHapus
  8. sebelum pandemi sudah pernah 5 kali ke Jogja dalam setahun, dan beli oleh-olehnya pasti ke Pasaraya ini, duh kangen banget beli batik murah

    BalasHapus
  9. Sekarang tampilannya makin menarik ya, Jogja Pasaraya ini. Aku udah beberapa tahun gak ke Jogja, bikin kangen ke sana

    BalasHapus
  10. Sebagai alumni (yang pernah tinggal di) Jogja, sampai blogpost ini auto melo mode on :-D Sekarang Jogja makin cakep sekaligus ngangenin!

    BalasHapus

Posting Komentar