Ada beberapa momen dalam hidup yang rasanya ingin kita simpan baik-baik dalam ingatan. Salah satunya adalah ketika seorang sahabat yang sudah menemani banyak cerita akhirnya sampai pada hari bahagianya.
Karena itu, ketika mendapat kabar sahabat akan menikah, saya langsung merasa ikut bahagia dan tentu gak mau melewatkan momen spesial tersebut.
Hari Bahagia Sahabat yang Gak Mau Saya Lewatkan
Buat saya, menghadiri pernikahan sahabat bukan sekadar datang ke gedung atau tempat acara, memberikan ucapan selamat, lalu pulang.
Ada banyak cerita kecil di baliknya. Mulai dari persiapan sebelum berangkat, memilih pakaian, berdandan, sampai perjalanan menuju lokasi acara. Tahu gak, bagian persiapan seperti ini saja sudah bisa menjadi cerita tersendiri.
Sesampainya di lokasi, suasananya terasa berbeda. Orang-orang mulai berdatangan, keluarga sibuk menyambut tamu, sementara sahabat yang menjadi pengantin tentu menjadi pusat perhatian.
Saya pun ikut merasakan rasa haru sekaligus bahagia melihat seseorang yang selama ini saya kenal akhirnya memasuki babak baru dalam hidupnya.
Saya sih gak mau hanya duduk menikmati acara. Setiap ada kesempatan, saya ikut mengabadikan beberapa momen melalui kamera ponsel.
Mulai dari dekorasi, suasana venue, foto bersama teman-teman, sampai ekspresi sahabat ketika bertemu orang-orang terdekatnya.
Kadang saya juga sengaja mengambil video pendek agar nanti bisa melihat kembali suasana hari itu. Hihihihi... namanya juga momen langka, rasanya hampir semua hal terlihat menarik untuk diabadikan.
Apalagi ketika teman-teman lama berkumpul dalam satu tempat. Rasanya seperti membuka kembali halaman-halaman cerita lama yang sempat tersimpan.
Oh ya, semakin banyak momen yang ingin saya abadikan, semakin sering pula saya memegang ponsel.
Dari satu foto berlanjut ke foto berikutnya, lalu mengecek hasilnya, memilih mana yang bagus, dan sesekali memperbesar layar untuk memastikan hasil fotonya jelas.
Saat itulah saya mulai menyadari bahwa ada satu hal kecil yang sering terlupakan ketika sedang terlalu bersemangat menikmati acara.
Sesuatu yang awalnya saya anggap SePeLe, tetapi ternyata bisa cukup mengganggu ketika saya ingin terus menikmati dan mengabadikan momen bahagia bersama sahabat.
Dari Persiapan sampai Resepsi, Ada Banyak Momen untuk Diabadikan
Menjadi tamu di pernikahan sahabat ternyata membuat saya cukup aktif bergerak. Setelah tiba di lokasi, saya berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyapa teman, berfoto bersama, melihat suasana acara, dan tentu saja sesekali mencari sudut yang bagus untuk mengabadikan momen.
Apalagi kalau sudah berkumpul dengan teman-teman lama. Satu foto rasanya gak pernah cukup. Setelah mengambil foto bersama, biasanya kami langsung melihat hasilnya di layar ponsel.
Kalau ada yang merasa kurang bagus, foto ulang. Kalau ada yang berkedip, foto lagi. Hihihihi... akhirnya satu sesi foto bisa menghasilkan banyak sekali gambar.
Belum lagi ketika acara mulai berlangsung. Saya ingin mengabadikan beberapa momen penting, seperti ketika sahabat berjalan menuju pelaminan, bertemu keluarga, atau tersenyum saat menerima ucapan dari orang-orang terdekat. Rasanya sayang kalau momen tersebut hanya berlalu begitu saja.
Namun, semakin lama berada di acara, saya mulai merasakan mata kurang nyaman. Terlalu sering melihat layar ponsel untuk mengambil foto, mengecek hasilnya, dan merekam video membuat mata terasa lebih cepat lelah.
Saya juga kadang lupa berkedip karena terlalu fokus memastikan kamera sudah berada pada posisi yang tepat.
Tahu gak, kondisi seperti ini ternyata cukup mudah terjadi ketika kita sedang menikmati sebuah acara. Kita merasa hanya sebentar memegang ponsel, padahal kalau dihitung, bisa berjam-jam.
Ditambah lagi kalau acara berlangsung di dalam ruangan dengan pendingin udara, mata terasa semakin kurang nyaman.
Awalnya saya menganggapnya hal yang SePeLe. Saya pikir setelah acara selesai, mata akan kembali terasa normal dengan sendirinya.
Namun, ketika mulai muncul rasa sepet dan perih, saya jadi kurang nyaman saat melihat layar. Padahal masih banyak momen yang ingin saya abadikan.
Oh ya, dari pengalaman tersebut saya kembali diingatkan bahwa kesehatan mata gak seharusnya baru diperhatikan ketika sudah terasa sangat mengganggu.
Menjaga jeda dari layar, lebih sering berkedip, dan memberi kesempatan mata untuk beristirahat adalah hal sederhana yang bisa dilakukan di tengah kesibukan.
Karena bagi saya, tujuan utama datang ke pernikahan sahabat bukan untuk menghasilkan foto sebanyak-banyaknya. Yang paling penting adalah hadir dan menikmati kebahagiaan orang yang kita sayangi.
7 Momen Pernikahan Sahabat yang Paling Saya Nikmati
Kalau biasanya saya terlalu sibuk mencari angle foto yang bagus, kali ini saya mencoba lebih banyak menikmati acara secara langsung. Kamera tetap digunakan, tetapi gak setiap momen harus diabadikan. Ada kalanya saya cukup menyimpan suasananya dalam ingatan.
1. Persiapan Sebelum Acara
Bagi saya, persiapan sebelum acara justru menjadi bagian yang menyenangkan. Memilih pakaian, berdandan, dan bersiap bersama teman membuat suasana sudah terasa istimewa bahkan sebelum sampai di lokasi.
2. Melihat Sahabat Tampil sebagai Pengantin
Ada rasa haru tersendiri ketika melihat sahabat yang selama ini dikenal dalam keseharian akhirnya tampil sebagai pengantin. Momen ini rasanya terlalu berharga kalau hanya dilihat melalui layar kamera.
3. Bertemu Teman-Teman Lama
Pernikahan juga menjadi kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-teman yang mungkin sudah lama gak berjumpa. Obrolan sederhana, cerita masa lalu, dan tawa bersama membuat suasana semakin hangat.
4. Foto Bersama
Tentu saja foto bersama tetap menjadi bagian yang gak boleh dilewatkan. Namun sekarang saya berusaha mengambil beberapa foto saja, lalu kembali menikmati obrolan dan suasana bersama teman.
5. Menyaksikan Kebahagiaan Keluarga Pengantin
Melihat orang tua dan keluarga pengantin ikut bahagia menjadi salah satu momen yang paling menyentuh. Ada banyak ekspresi yang sebenarnya gak perlu direkam karena sudah cukup melekat dalam ingatan.
6. Menikmati Suasana Resepsi
Dekorasi, musik, makanan, sampai keramahan para tamu membuat resepsi terasa semakin lengkap. Saya berusaha gak terus-terusan memegang ponsel agar bisa benar-benar menikmati suasana di sekitar.
7. Pulang Membawa Cerita dan Kenangan
Setelah acara selesai, saya pulang bukan hanya membawa foto di galeri, tetapi juga cerita baru. Rasanya menyenangkan ketika sebuah undangan pernikahan bisa menjadi kesempatan untuk kembali bertemu orang-orang yang berarti.
Tahu gak, sejak lebih memperhatikan kesehatan mata, saya justru merasa lebih menikmati acara. Saya gak lagi sibuk mengejar setiap momen melalui kamera. Ketika mata mulai terasa kurang nyaman, saya memberi jeda dari layar dan membiarkannya beristirahat.
Saya juga selalu menyediakan INSTO DRY EYES sebagai bagian dari persiapan ketika menghadiri acara yang berlangsung cukup lama. INSTO DRY EYES membantu meredakan gejala mata kering dengan memberikan efek pelumas seperti air mata sehingga mata terasa lebih nyaman.
Buat saya, semangat #InstoDryEyes, #BebasMataKering, dan #MataSePeLeJanganSepelein menjadi pengingat bahwa hal-hal kecil yang berkaitan dengan kesehatan mata gak seharusnya diabaikan. Apalagi ketika kita sedang berada di tengah momen yang begitu berharga.
Karena pada akhirnya, saya ingin hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga benar-benar bisa melihat, merasakan, dan menikmati kebahagiaan sahabat di hari istimewanya.
Karena Momen Berharga Gak SePeLe Itu
Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa ada banyak momen yang gak bisa diulang. Pernikahan sahabat menjadi salah satunya.
Kita bisa saja menyimpan foto dan video dari acara tersebut, tetapi perasaan ketika melihat sahabat tersenyum bahagia, bertemu teman lama, dan tertawa bersama gak akan pernah bisa sepenuhnya digantikan oleh kamera.
Karena itu, sekarang saya berusaha lebih bijak menggunakan ponsel saat menghadiri acara penting. Mengabadikan momen tentu tetap perlu, tetapi gak berarti setiap detik harus direkam. Ada saatnya kamera disimpan dan mata digunakan untuk benar-benar melihat apa yang sedang terjadi di depan kita.
Saya sih juga semakin memahami bahwa kesehatan mata menjadi bagian kecil yang ternyata penting dalam menikmati berbagai momen.
Ketika mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah, saya memilih memberikan jeda dari layar dan beristirahat sejenak. Jika gejala mata kering muncul, saya menggunakan INSTO DRY EYES sesuai petunjuk penggunaan agar mata terasa lebih nyaman.
Oh ya, bagi saya SePeLe bukan berarti boleh diabaikan. Justru dari hal-hal kecil seperti memberi jeda pada mata, lebih sering berkedip, dan gak terus-menerus menatap layar, kita bisa menjaga kenyamanan saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Pada akhirnya, saya ingin mengingat pernikahan sahabat bukan hanya dari berapa banyak foto yang tersimpan di galeri.
Saya ingin mengingat tawa kami, obrolan yang gak ada habisnya, rasa haru ketika melihat sahabat memulai kehidupan baru, dan kebahagiaan karena bisa hadir di salah satu hari terpenting dalam hidupnya.
Sebab, beberapa momen memang terlalu berharga untuk dilewatkan hanya karena kita terlalu sibuk melihatnya melalui layar. Dan untuk momen seperti ini, saya ingin mata tetap nyaman agar bisa benar-benar hadir, melihat, dan menikmati setiap kebahagiaan yang terjadi di depan mata.




Posting Komentar
Posting Komentar