Kamis, 27 Oktober 2016

Jatuh Hati pada Timlo Hotel Best Western Premier Solo Baru




Saya penyuka menu kuliner yang berkuah, terutama yang disajikan hangat dan melimpah bumbunya apalagi kalau berisi sayuran serta berkaldu asli. Saya memang berusaha menjauhi MSG dan kerabatnya, Anda pasti paham maksud dan tidak  memerlukan bantuan mbah Google untuk mengetahuinya apalagi menerawang pikiran Saya..he he.


             Dan Saya menemukan salah satu menu kuliner yang memenuhi syarat tersebut saat menikmati sajian Timlo khas Hotel Best Western Premier Solo Baru saat menginap tiga hari dua malam. Tepatnya di malam Saya mengalami tepar jaya alias flu berat setelah melakukan review tempat wisata di Ambarawa selama tujuh hari dilanjutkan menghadiri Meet Up penulis di Jakarta selama tiga hari. 

Saya memutuskan untuk rebah lebih awal di tumpukan bulu angsa halus yang dikemas dalam bentuk batal dan mulai bermain dalam mimpi saat bed cover di kamar Deluxe menutupi badan Saya yang demam. Tetiba bel kamar berdendang dan dalam hitungan kedua Saya buka dengan langkah gontai, bersiap-siap menyemprot tamu tak diundang.  Namun begitulah, salah satu anugerah untuk perempuan adalah mata selalu jeli saat melihat pria bening( baca tampan) walau dalam kondisi limbung. Iya seorang waiters mengantarkan baki penuh dengan menu kuliner yang mengundang selera. Ternyata atas permintaan dari Denish Ardhaneswara selaku Marcomm Best Western Premier Solo Baru.

Iya, Semangkok besar Timlo lengkap dengan nasi menguarkan aroma khas bumbu nusantara. Hebatkan penciumanku langsung berfungsi dengan sempurna saudara-saudara, jadi bisa dibayangkan bagaimana rasanya Timlo tersebut ya. Apalagi saat Saya mengaduk isi mangkuk Timlo ( tentu saja harus foto dulu sebelum memulai berdoa dan makan, he he), duh fokus menjadi goyah karena lidah ingin segera mencicipi kaldu dan seperangkat asesorisnya. Dan ahkirnya sesi foto hanya dialokasikan dalam tempo secepat-cepatnya alias lima menit saja.
Dalam hitungan ke enam setelah kaldu menjadi korban pertama, tentu saja proses meradakan flu berlanjut. Potongan besar sosis, telur rebus, jamur,  mie soun, suwiran ayam yang melimpah, wortel, irisan hati ayam,  telur dadar dan rekannya kemudian mulai Saya sapa. Dan maaf  Saya melupakan nasi putih yang juga tersaji. Maklumlah pada orang yang sedang jatuh hati, dunia serasa daun kelor.
Sebagai penghilang dahaga sekaligus pereda flu kedua adalah Wedang Uwuh yang juga tersedia dalam baki yang diantarkan tadi. Bagi yang belum mencicipi Wedang Uwuh mungkin sedikit heran dengan warnanya yang kemerahan. Dont worry, warna tersebut hasil dari perebusan bahan-bahan herbal yang berguna bagi tubuh kita. Bukan hanya menghangatkan namun juga meradakan flu dan alhasil Saya tertidur lelap tanpa harus meminum obat on herbal.
Sebenarnya awalnya Saya akan membatalkan rencana ke Solo namun kesempatan untuk menginap di Hotel Best Western Premier Solo Baru terlampau sayang untuk dilewatkan, dan hasilnya Kereta Prameks mengantarkan ransel saya dan pemiliknya ke Hotel yang ternyata mudah di akses dari Stasiun.
Sambutan pertama tentu keramahan dari senyum dan jabat tangan dari Denish Ardhaneswara selaku Marcomm Best Western Premier Solo Baru. Kemudian perhatian Saya beralih pada sajian Infus water yang melambai-lambaikan kesegarannya, maklum Saya juga penggemar Lemon dan sekutunya.

Perhatian ketiga tertumbuk  pada sederet sepeda yang berjajar rapi di sudut lobi hotel. Andai saja kekasih hati nun jauh di sana datang bersama, tentu kami sudah berkeliling lokasi wisata Solo saat itu juga. Loh kenapa jadi ajang curhat?



Sebagai food blogger, tentu Saya akan fokus ke masalah proses mencicipi menu kuliner dan sebangsanya saja. Sebelum ke sajian kuliner kuah utama tadi  tentu saja ada menu lain yang menjadi awal penyebab meredanya flu berat Saya yaitu Sup Kacang Merah Daging Sapi yang  11 12 lezatnya dengan Timlo.


 Oya sekali lagi terima kasih pada pihak manajemen Hotel Best Western Premier Solo Baru yang telah memberikan sentuhan pada pelayanan pada tamunya berupa pengantaran sajian makan malam yang pas dengan kebutuhan.  
Untuk ulasan yang lain seperti Romantisnya sky dining di Hotel Best Western Premier Solo Baru, berselancar di Kampung Kauman Solo dan mengulik proses pembuatan crepes di  Hotel Best Western Premier akan segera tayang ya  Wait and see  ya.