Koperasi Milenial Indonesia Menembus Internasional? Pasti BISA!

Startup. Doc:https://theicci.id

Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia
"Saya ingin satu, dua, tiga, empat atau lima koperasi masuk dalam jajaran 100 atau 300 besar koperasi secara global.”

“Omzetnya  hampir Rp 6 T dan menembus deretan 100 koperasi terbesar dunia! Wah beneran ada ya koperasi di Indonesia yang bisa berkembang seperti itu?”  Saya kemudian beralih ke aktifitas membuka halaman dari beberapa situs berita online untuk mengetahui apakah berita yang saya peroleh benar adanya. Jika hal itu benar maka pidato presiden Jokowi sudah mulai terkonfirmasi wujudnya. Demikian juga harapan dari Kyai H.Ma’ruf yang percaya bahwa Koperasi Pesantren harus jadi penggerak Koperasi Indonesia.

Ma'aruf.Doc:katadata.id

Sampai akhirnya saya membuka kontan.co.id bahkan dalam rmco.id diberitakan bahwa Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga (Kabinet Kerja) minta agar Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) segera melantai di bursa saham. Pengakuan internasional berdasarkan rilis World Cooperative (WCM) tahun 2018 tersebut membanggakan bagi Indonesia.

Koperasi Indonesia


Reformasi koperasi. Doc:Depkop.go.id
  
Di sela saya mencari referensi berita tentang Kisel, juga mendapat berita bahwa ternyata bukan hanya koperasi yang dikelola secara professional oleh generasi baby boomers yang mencapai prestasi, namun generasi milenial juga unjuk gigi. Koperasi Mahasiswa (Kopma) UGM mencatatkan omzet Rp 8,9 Milyar pada tahun 2017 melalui bisnis swalayan, kafetaria, jasa pengiriman barang dan konveksi. Demikian juga Kopma Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (BS‑UPI) Bandung, omzetnya pada tahun 2017 mencapai Rp 3,2 miliar.

Grafik jumlah koperasi. Doc:katadata.id

Ketiga contoh prestasi koperasi tersebut membuktikan bahwa koperasi Indonesia jika dikelola dengan professional maka akan siap bersaing dengan usaha sejenis di tingkat Internasional. Terlebih di Indonesia jumlah koperasi terus meningkat, kita bisa melihat pada diagram pada 2006-2017. Jumlah tersebut tentu meningkat sampai 2019 seiring dengan tiga misi reformasi dari Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia.

Bonus Demografis


“Seribu lima ratus rupiah, ini SHU bagianmu ya. Tanda tangan dulu di kolom ini!” Ibu jari dan telunjuk saya kemudian memegang pulpen serta membentuk gerakan di buku bergaris yang disodorkan oleh bendahara Kopsis. Hari itu terakhir kali saya bersekolah dan berhak mendapat Sisa Hasil Usaha Koperasi Sekolah walau termasuk anggota pasif.

Industri 4.0 Doc: cans2u.com

Kali pertama itu saya mendapatkan hasil dari aktifitas  koperasi walau sejak di bangku kelas satu Sekolah Dasar sudah belajar tentang peran Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi. Pengetahuan tentang koperasi memang sudah diperkenalkan sejarah Koperasi. Semoga di kemudian hari praktek langsung aktifitas kepengurusan koperasi bisa dimulai sejak dini dan menyeluruh. Saya melihat beberapa sekolah dengan kurikulum internasional sudah menggerakan siswanya. Hal ini berkenaan dengan bonus demografis Indonesia yang memberikan keuntungan SDM milenial dan generasi alpha dalam kuantitas bertambah. Jika koperasi dan milenial tidak bersinergi  maka Indonesia akan kalah dalam menghadapi  Revolusi Industri 4.0.

Koperasi Milenial dan Start Up Coop

 
COOP. Doc: https://theicci.id
Berawal dari boomingnya startup Go Jek yang menjadi Decacro maka dunia startup di Indonesia semakin bergairah. Dan hal ini ditangkap oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan  berkerjasama dengan beberapa pihak dengan mengadakan Startup Coop Camp. Beberapa kota sudah menjadi tuan rumah ajang pencarian bibit unggul startup yang berbasis generasi milineal atau koperasi zaman now. Hal ini sesuai dengan 3 misi reformasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Kesimpulan


Alur pendirian Koperasi. Doc:http://dinkop-umkm.jatengprov.go.id
Dengan melihat maraknya pertumbuhan serta animo generasi milenial dalam menumbuhkan aktifitas koperasi. Baik yang masih menggunakan mekanisme aktifitas koperasi secara offline koperasi digital, maka saya optimis koperasi milenial Indonesia pasti bisa mendunia.


2 Aplikasi andriod  dari Kementerian Koperasi dan UKM. Doc:Pribadi


Tentu pengurus koperasi harus lebih kreatif, bukan hanya dalam memproduksi dan menjual produk/jasa sesuai dengan fungsinya saja, tetapi juga memikirkan desain memikat. Suatu produk akan lebih memikat bila ada nilai tambah misalnya  story behind the product atau sistem penjualan bisa dengan bonus jasa pengiriman dengan jumlah transaksi tertentu.

Profil Teten Masduki. Doc: kompas

Ada banyak ide kreatif yang pastinya sudah digerakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Kabinet Maju, jadi mari kita nantikan inovasi dari formasi yang baru dari Kabinet Indonesia Maju. Koperasi Indonesia mendunia pasti BISA!


#praja2019 #anugerahMISGrup #koperasi #wirausaha







Author

vika vika Fiksioner is a free template that suitable for personal blogging because the layout is like a journal.

24 komentar

  1. Wow.... keren banget itu Mba. Koperasi gitu loh! Yang sebagian orang masih memandang dengan sebelah mata. Ternyata jika dikelola dengan baik hasilnya fantastis. Jadi ingat koperasi di kamoungku yg sudah gulung tikaršŸ˜­

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku saja pas nemu berita itu jadi takjub. Keren pisan memang.

      Hapus
  2. Iya ya anak muda harus berpikir kreatif biar punya harga jual tinggi..syukut syukur bisa membuat start up sendiri

    BalasHapus
  3. Terobosan baru ditengah keberadaan koperasi yg dipandang sebelah mata ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mba, keren pisan koperasi sekarang

      Hapus
  4. Koperasi jika dikelola dengan amanah dan profesional hasilnya insya allah bagus mbak. Pertama kali aku kenal koperasi pas adalah koperasi siswa semasa SMA. SHU-nya selama 3 tahun lumayanlah buat uang jajan.

    Aku berharap koperasi menjadi lebih baik, go digital, dan bertumbuh menjadi entitas bisnis yang mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tosss SHU nya bikin semangat ya. Yes semoga koperasi tambah eksis dengan kualitasnya

      Hapus
  5. keren yaaa... di jaman serba digital millenial, semua sistem keuangan juga ikutan digital

    BalasHapus
  6. keren ya, karena saya sering sekali berhadapan dengan masyarakat yang terjerat utang riba dari koperasi keliling yang menurut saya justru mafia perampok rakyat. semoga suatu saat koperasinya bisa merambah ke desa-desa

    BalasHapus
  7. Aq masih penasaran dengan bentuk koperasi millenial terkait dengan start up. Bagaimana cara bergabungnya? Dan siapa yang boleh bergabung?

    BalasHapus
  8. Aku tertarik banget nih, mbak pembahasan tentang koperasi dengan generasi saat ini sebagai pelakunya. Milenial dan koperasi terbentuk koperasi digital. Ini keren! Mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan falsafah perekonomian bangsa Indonesia yang sejak lama menggunakan koperasi sebagai gerakan menuju kemakmuran bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes mba, berkembang tanpa melupakan akarnya

      Hapus
  9. Daku yakin bisa kak tembus pasar internasional, karena koperasi sudah kekinian dan friendly banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes mba, sudah mengalami banyak perkembangan

      Hapus
  10. Kalau membicarakan koperasi, jadi inget Almarhum Bapak yg dulu PNS di Kementerian Koperasi :(
    Beliau gigih banget menyampaikan penyuluhan tentang koperasi Indonesia. Sekarang, pastinya koperasi sudah jauh lebih berkembang dan seperti tersebut di atas: ingin sejajar dengan perusahaan start-up. Sip. Sesuai perkembangan zaman. Insyaallah bisa. Selamat bertugas juga untuk Pak Menteri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wihh, semangat dari bapak mantap benat. Keren pokoknya

      Hapus
  11. Kurang tahu tentang perkembangan koperasi di Indonesia. But keren ya sekarang koperas juga semakin maju sesuai dengan zaman sekarang yang memang serba digital.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makin mengikuti perkembangan trend

      Hapus
  12. Menurut saya koperasi bisa sukses jika para pengurusnya punya komitmen unt maju dan koperasinya punya rule SOP yg benar. Baik dari sisi internalnya maupun eksternalnya.

    Semoga koperasi Indonesia makin maju dari waktu ke waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes benar, SDM nya harus punya motivasi untuk maju

      Hapus

Posting Komentar