Kamis, 23 Juni 2016

Sensasi dan Aroma Kecombrang di Menu Spesial Kedai Nyah Tan Li




Kecombrang, sebuah nama yang lumayan sering Saya dengar walaupun baru sekali melihat bentuk fisiknya saat buka puasa bersama di Kedai Nyah Tan Li pada 15 Juni 2016. Aroma dan sensasi uniknya langsung merambat dari indera pengecap menuju rongga hidung dan ternyata tersimpan lama hingga menu spesial Kedai Nyah Tan Li tandas di piring Saya. 



Sedikit mengejutkan karena kali pertama mencicipi olahan kecombrang, dan Saya ternyata suka bahkan doyan. Hampir sama dengan ketahanan aroma dan rasa daun kemangi bila dimakan. Kecombrang atau Etlingera elatior selain memiliki keindahan dari segi fisik juga mempunyai khasiat bagi kesehatan. Manfaat yang jelas adalah menambah suplai cairan dalam tubuh, penambah energi alami, menguatkan tulang serta meningkatkan kinerja otak
Pedas sudah pasti bahkan wajah Pak Ang Tek Khun sampai merona dan berpeluh saat menyantap nasi bakar kecombrang. Pisang goreng harus menyusul dilahap agar pedasnya mereda, dan Saya tertawa terbahak-bahak melihatnya. Memang bagi Anda penyuka makanan pedas maka direkomendasikan menikmati menu yang bervarisai di Kedai Nyah Tan Li

Saya sendiri menikmati tiap sendok Bakmi Goreng Jawa Pedas, lengkap dengan kocokan telur goreng melimpah. Suwiran daging ayam yang menghiasai dan irisan bawang merah goreng tentu menjadi incaran Saya. Bakmi bihun juga lembut serta mudah diangkat dengan sendok dalam waktu singkat. Tentu Anda bisa memesan menu non pedas atau Bakmi Rebus untuk putra-putri Anda. 

Untuk minuman, Saya sarankan Teh Rempah hangat yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Cocok diminum saat angin berhembus dari sungai di seberang pendopo beratap limas yang menjadi lokasi Kedai Nyah Tan Li. Sedikit saran, akan lebih indah lagi bila pada bibir mug teh rempah diberi asesoris irisan jeruk atau pengaduk dari batang sereh. Jika Anda menyukai buah maka tersedia berbagai variasi juice dengan gelas ukuran besar.

Saat Saya mendapat kesempatan wawancara singkat dengan Bu Anik yang merupakan istri dari Dr. Timbul Raharajo M.Hum pemilik Kedai Nyah Tan Li, ternyata benar bahwa menu rumahan menjadi ciri khas kedai bernuansa Jawa tersebut. Dan semua menu adalah pilihan sendiri dari kedua pemilik yang ternyata penyuka kopi Bali dan memiliki kebun kecombrang sendiri. 
             Dari sekian menu yang direkomendasikan, terdapat beberapa masakan kesukaan dari ibu yang putra sulungnya sudah kuliah di Jerman. Masakan tersebut antara lain Nasi Goreng Pedas Kecombrang dan Brongkos. Pak Timbul yang merupakan dosen ISI sekaligus penulis buku "Globalisasi Seni Kerajinan Keramik Kasongan" dan "Bisnis Seni Kerajinan Bikin Londho Keranjingan" ternyata menyukai menu Bakmi Rebus Pedas.

Saat pertama kali sampai di areal parkir yang luas di Kedai Nyah Tan Li, perhatian Saya mengarah ke bangunan di sebelahnya yaitu Show Room Timboel Keramik. Saya tertarik patung Budha yang terdapat tak jauh dari pintu utama.  Di dalam Show Room Timboel Keramik yang dihiasi pepohonan ternyata terdapat banyak hasil seni yang ketika Saya tanyakan pada Bu Anik, sudah dipesan secara teratur ke luar negeri dalam jumlah besar. 

Bila Saya amati secara langsung, memang karya kerajinan gerabah tersebut memang bagus kualitasnya dan dengan harga sepadan. Jadi setelah selesai menikmati karya kuliner di Kedai Nyah Tan Li, pengunjung bisa memanjakan mata dengan seni kriya di Show Room Timboel Keramik.
 Demikian juga sebaliknya dan memang sekali dayung tiga pulau terlampaui. Dan Saya ternyata merindukan sensasi dan aroma kecombrang di Kedai Nyah Tan Li. Cuss segera ke Desa Wisata Kasongan Jl. RM Saptohoedoyo Bangunjiwo Bantul Yogyakarta (087734171000). Jadi kapan kita ke sana lagi kakak?