Jumat, 15 September 2017

Menyambangi Nanamia Speciale dan Leci Segar di Sudut Jogja

 
Nanamia Speciale. Doc:Pribadi
Ujung indera pencecap saya sedikit bergetar saat mengenali air yang tercecap. Bagaimana bisa tergetar indera pencecap saya? Alasan yang terutama karena bertemunya Mozzarella dengan perasaan jeruk nipis, entah ada reaksi fisika atau kimia apa yang terjadi.

Dua detik yang lalu, indera pencecap masih tertutup dengan legit, dan kentalnya Mozzarela.  Tepatnya  menu Crostini ala Nanamia Pizzeria, dan setelahnya saya meneguk Litchi Limonella. Semua Mozzarella di lidah saya terasa luruh. Litchi Limonella adalah minuman perpaduan dari perasan jeruk nipis, mint dan Leci. Bagusnya tiga unsur tersebut bukan hanya sebagai bahan utama moktail tersebut namun juga sebagai penyedap mata.

Litchi Limonella Doc: Riana

Seiris tipis jeruk nipis dengan lebar cukup,  sudah ditenggelamkan di dalam gelas ukuran tinggi tersebut, begitu juga  tiga kelopak daun mint. Komposisi warna yang senada dan memberi penanda bahwa minuman tersebut segar, apalagi saat embun menyembul di semua sisi gelas.
 
Crostini  Doc:Pribadi
Yang menjadi sukacita saya adalah merasakan rasa asli dari buah leci yang terambil dari dasar gelas. Manis namun bukan dari gula pabrik, dan daging buahnya lembut serta mudah dikunyah. Tiga faktor sebagai penanda bahwa Leci yang digunakan adalah Leci segar, bukan dari kalengan.

Insalata Mediterranea  Doc:Riana


Berdasarkan pengalaman pribadi, penggunaan Leci segar hanya digunakan di hotel maupun restoran tertentu. Untuk itu saya dengan tersenyum mengulum Leci, dan sesudahnya tak merasa serak di tenggorokan. Hal yang berbeda akan terjadi jika Leci yang saya cicipi tersimpan dalam kaleng.

Dough Pizza. Doc:Ang Tek Khun
Saya sarankan anda memilih Litchi Limonella sebagai minuman penutup, baik saat makan siang maupun makan malam di Nanamia Pizzeria. Terkecuali anda memang tidak menyukai minuman dengan kadar vitamin C yang dominan. Saya sendiri memang selalu memilih minuman yang cenderung senada dengan Lemon Squash.

Menyoal tentang Mozzarella yang digunakan di pizzeria tersebut ternyata didatangkan khusus dari Selandia Baru. Jamur yang telah diolah diletakan di atas Baguttee(roti), dan ditutupi Mozzarella yang legit tersebut. Hum…aroma keju pizza  menguar saat piring berisi empat Crostini diletakan.

Avocado Nero. Doc:Riana
Jika bukan berkualitas baik, mana mungkin beraroma segar seperti itu. Oya saya duduk di salah satu meja terluar di Nanamia Pizzeria Mozez. Di mana sepeda motor hilir mudik, dan sederet warung makan di sisi kanan kiri. Sungguh mengherankan aroma Mozzarela tercium legit dengan leluasa.

Crostini sendiri memang hidangan italia yang sederhana, yaitu berupa irisan roti tawar dengan ukuran 4x4 cm. Setelah diiris setebal ¾ cm, selanjutnya  dipanggang  dan  ditaburi topping. Penyajian Crostini yang cepat, dan sederhana cocok dijadikan hidangan pembuka atau kudapan. Saya sendiri menghabiskan sekerat Crostini dengan dua kali suapan.
 
Tungku Nanamia Tirtodipuran. Doc:Pribadi
Crostini di Nanamia Pizzeria baik di Mozez maupun Tritodipuran menempati bangku pertama dalam urutan menu makan dengan formasi a la Carte. Memang restoran bintang tiga tersebut melengkapi sajiannya mulai dari Antipasti (Appetizer), Zuppe (Soup), Insalata (Salad), Panini (Sandwich), Primi Piatti (First Course), Secondi (Main Course), Pizza (Pizza) dan Dolci (Dessert). Dengan beragamnya pilihan, maka kita bisa dapat ke Nanamia kapan saja, tentu saja sesuai dengan jam buka ya brooo…

Saya sendiri sudah mencicipi Crostini dengan topping yang sama di Nanamia Pizzeria Tirtodipuran sekitar lima hari sebelumnya. Kenapa saya memilih menu yang sama (harga juga sama)? Alasannya simple, karena saya ingin membandingkan hasil olahan dari dua cabang tersebut. Memang akan sedikit berbeda karena koki yang membuatnya juga berbeda, begitu juga yang saya rasakan sukses membandingkan keduanya.

Enak, gurih, dan kekentalan Mozzarella yang sama, namun roti Prancis yang digunakan di Nanamia Pizzeria Mozez  cenderung lebih coklat dan crispy. Saya memang lebih suka Crostini yang renyah serta gurih saat digigit. Oya Crostini lebih jamak dimakan langsung menggunakan tangan tanpa pisau, dan garpu. Tentu saja Nanamia Pizzeria tetap menyediakan peralatan makan plus piring kecil setiap pemesanan di tempat. 

Carbonara. Doc:Riana

Di Nanamia Tirtodipuran saya mendapat kesempatan untuk melihat proses pembuatan pizza dari mulai masih adonan hingga  dikeluarkan dari tungku. Ternyata membuat pizza autentik Italia tidak boleh sembarangan, ada Associazione Verace Pizza Napoletana yang telah mengatur bahan yang dipergunakan. Begitu juga dengan tehnik mencampur adonan pizza, proses fermentasi, serta pembuatan saus juga topping.

Bagaimana dengan pizza antara keduanya yang pasti berbeda koki? Saya mencicipi dua pizza dengan dua nama, dan topping  berbeda di Nanamia Pizzeria Tirtodipuran, dan ternyata jatuh cinta pada Nanamia Speciale. Apalagi kalau bukan karena taburan potongan nanas segar, dan ayam matang. Saya memang penggemar menu kuliner yang bebahan buah segar dan berkadar vitamin C.

Di Nanamia Mozes maupun Tirtodipuran, Pizza Insalata Mediterranea yang dipesan teman saya, menjadi sajian terahkir yang saya cicipi setelah Fettuccine Carbonara. Sesuai dengan namanya yaitu Insalata yang berarti salad, maka pizza ini  disajikan khusus atas permintaan pelanggan vegetarian Nanamia.

Tentu dengan bahan baku yang sesuai standar menu vegetarian, tanpa menghilangkan citarasa khas Nanamia yang non MSG, Non Pork serta Non Wine. Mix Lettuce, Black Olive, Cucumber, Onion, Tomato, Feta Chesse with Italian dressing menjadi topping utama. Pastinya  terlihat menggiurkan bagi penikmat menu La Lucina Vegetariana.

Nanamia Mozes. Doc: Pribadi
Sebagai informasi, ketebalan pizza Italia berbeda dengan pizza non italia. Pizza biasa berdiameter 25-30 cm yang bisa ditemui di Pizzeria (toko pizza) diolah dengan menggunakan tungku tradisional. Seperti yang saya lihat sendiri di dapur Nanamia Tirtodipuran yang menggunakan kayu  pohon buah sebagai bahan bakar. Hal ini penting karena menghindari pengerasan pada dough pizza (adonan) yang tipis. Nanamia Mozes juga menggunakan tungku kayu namun saya tak sempat melihatnya.

Oya tentang Fettuccine Carbonara, saya sarankan menikmatinya segera setelah terhidang di meja. Creamy Sauce yang melingkupi Fettucine serta potongan Smoked Beef memberikan sensasi yang berbeda jika dimakan saat dingin. Tiga kelopak daun Mint di atas Fettucine juga patut dinikmati bersamaan suapan, karena menghasilkan perpaduan citarasa (terkecuali anda tidak menyukai sensasi segar dari mint).

Sebagai penggemar buah-buahan segar sekaligus kopi (entah apa benang merah antara keduanya), maka Avocado Nero juga tercicipi. Biasanya ada lima biji kopi yang dijadikan Espresso, tentu dengan kualitas yang bagus. Alhasil rasa khas kopi asli terasa dalam tegukan segar apokat. Akan lebih menarik lagi jika gelas ataupun permukaan atas Avocado Nero diberi garnish. Bagaimanapun, tampilan dalam sajian menu sangat berpengaruh bagi tamu yang pertama kali datang.
 
Hot Americano. Doc:Pribadi
After all, saya suka dengan sajian Nanamia Pizzeria baik di Mozez maupun cabang Tirtodipuran. Semua terasa nikmat di lidah, aman di perut saya yang sensitif, dan juga suasana yang romantis tanpa harus menyendiri berdua.

Untuk harga, saya pikir sepadan dengan kualitas bahan yang dipakai. Segar, renyah dan jika banyak bule Italia yang bertandang makan citarasa yang dinikmati tentu tak jauh beda saat di negeri asal.

Eksis dengan tungku pertama Nanamia. Doc:Riana

Jika saya datang lagi, maka akan memesan menu lain yang belum sempat. Apalagi kalau bukan Lasagne Classica yang mengingatkan pada idola masa kecil saya yaitu Garfield. Satu lagi boleh ya, yaitu Polla alla Nanamia con Patate Arraganate. Ingin tahu kenapa saya memilih menu berbahan ayam tersebut? Di artikel selanjutnya akan ada jawabannya.

Jadi kapan  kita kesana lagi kakak?


Nanamia Pizzeria Mozes
Jl. Mozez Gatotkaca B 9-17
0274-556494/549090
Yogyakarta, Indonesia

Nanamia Pizzeria Tirtodipuran
Jl. Tirtodipuran No.1
0274-450826/377105

Yogyakarta, Indonesia